Rabu, 26 Oktober 2011

Kader Gepak Banten Dianiaya, Gepak Aceh Mengutuknya


Banda Aceh - Pelaksana Ketua Gerakan Pemuda Anti Korupsi (Gepak) Aceh Musriadi Aswad mengatakan Gepak Aceh mengutuk keras atas penyerangan kader Gepak Banten yang menyuarakan protes atas dugaan korupsi sejumlah proyek infrastruktur di wilayah provinsi Banten.

"Kami mendukung langkah DPP Gepak akan terus mengusut tuntas atas dugaan kasus korupsi Dinas Bina Marga dan Tata Ruang (BMTR) Banten berkaitan dana APBD Provinsi Banten 2010," ujar Musriadi. Mereka sangat mendukung langkah Sekjend DPP Gepak yang akan melaporkan ke KPK atas dugaan korupsi Dinas Bina Marga dan Tata Ruang (BMTR) Banten berkaitan dana APBD Provinsi Banten 2010 sebesar Rp47,7 miliar.

Sebelumnya Aktivis antikorupsi Eman Suryaman, 31, dikeroyok sampai pingsan di Posko Gerakan Pemuda Antikorupsi (Gepak) di Kompleks Griya Lopang, Kota Serang, Banten  Sabtu (2/7) sekitar pukul 23.00 WIB. Pada malam nahas itu dia didatangi dua pria berbadan tegap yang menggunakan motor jenis Yamaha RX King.

Eman dipukul hingga pingsan, setelah sebelumnya menolak untuk membatalkan rencana demonstrasi yang akan dilakukan pada Senin (4/7) di Dinas Bina Marga dan Tata Ruang (BMTR) Banten berkaitan dana APBD Provinsi Banten.

Karena itu, lanjut Sekjend DPP Gepak Addis Abeba, Bagaimana negeri ini mau bersih dari korupsi kalau setiap aktivis antikorupsi yang mau menyuarakan aspirasinya selalu dianiaya oleh oknum-oknum suruhan para pejabat. Maka dari itu kami akan terus mendesak KPK untuk segera mengawal penyidikan atas kasus dugaan korupsi maupun penggunaan dana publik yg ada di Dinas Bina Marga dan Tata Ruang (BMTR) Banten berkaitan dana APBD Provinsi Banten 2010 sebesar Rp47,7 miliar.

Selain itu Gepak Aceh meminta pihak terkait mengusut tuntas penganiayaan kader Gepak Banten yang menurut Musriadi sebagai upaya meredam langkah menciptakan tatanan pemerintahan yang baik di Banten.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar